Karya Masyarakat Mandiri

Kajian Pemetaan Sosial dan Pemangku Kepentingan

BOGOR – Program pemberdayaan masyarakat di antaranya menjadi bagian dari implementasi TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) suatu perusahaan. Di mana perusahaan memiliki kewajiban untuk membantu memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah domisili operasinya. Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang no. 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Hal yang sama mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper), mendorong perusahaan berkontribusi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah produksi atau tempat lain yang sudah ditetapkan.

Sehingga TJSL menjadi komitmen perusahaan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. TJSL dilihat dari persepektif perusahaan juga memberikan dampak positif bagi keberlangsungan bisnis seperti: 1) menaikkan brand image yang baik di tengah masyarakat dan para investor serta loyalitas para konsumen, 2) dapat membantu perusahaan untuk mendapatkan licence to operate dari pemerintah maupun publik karena perusahaan mampu menunjukkan bukti kemanfaatannya.

Salah satu faktor keberhasilan program pemberdayaan masyarakat adalah desain programnya. Program yang dicanangkan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Artinya program sebaiknya dirancang untuk dapat membantu menyelesaikan suatu masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Termasuk didalamnya adalah memahami siapa saja stakeholder program yang terdapat dalam masyarakat dan dapat dijalin sinergisme untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan program. Menurut standard pengelolaan stakeholder AA1000 SES, didefinisikan sebagai kelompok yang dapat memengaruhi dan/atau terpengaruh oleh kegiatan, produk atau layanan, serta kinerja organisasi. Di sinilah dibutuhkan adanya Kajian Pemetaan Sosial dan Pemangku Kepentingan sebagai bagian dari perencanaan program yang akan dijalankan.

Kajian tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran situasi dan kondisi sosial masyarakat sasaran secara mendalam yang mencakup: 1). Konteks lokal dan modal sosial masyarakat, 2). Gambaran isu strategis keberlanjutan perusahaan dalam masyarakat, 3). Pemetaan stake holder dalam program, 4). Deskripsi tentang potensi penghidupan masyarakat, masalah yang ada serta kebutuhan. Kajian ini ditutup dengan adanya rekomendasi program pemberdayaan masyarakat yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat termasuk rekomendasi pelibatan stakeholder yang tepat.

Karya Masyarakat Mandiri (KMM) telah banyak terlibat sebagai peneliti/pelaksana Kajian Pemetaan Sosial dan Pemangku Kepentingan di berbagai wilayah bekerjasama dengan perusahaan maupun pemerintah untuk merumuskan rekomendasi program pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan. KMM sangat terbuka untuk bekerjasama menjadi peneliti/pelaksana kajian tersebut sehingga perusahaan maupun pemerintah memiliki dokumen awal basis perencanaan untuk perencanaan program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah. [ANH]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top