Karya Masyarakat Mandiri

Nestle Kembangkan Program Pertanian RegenTa di Lampung

TANGGAMUS – Sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia yang memiliki peran penting dalam menyediakan makanan segar dan sehat bagi populasi dunia. Namun sebagai salah satu sektor strategis tersebut, salah satu penghasil emisi CO2 terbesar yaitu berasal dari pertanian.

Dikutip dari Sariagri, Kamis (10/03/2022), sektor pertanian adalah salah satu penghasil emisi CO2 terbesar, gas rumah kaca (GRK) yang paling bertanggung jawab atas perubahan dalam iklim saat ini. Bersama dengan kehutanan dan penggunaan lahan lainnya, pertanian bertanggung jawab dibawah 25 persen dari semua emisi GRK yang diciptakan manusia.

Semua pihak sedang berupaya untuk mencari solusi agar mampu menekan efek negatif yang telah diciptakan oleh manusia itu sendiri, salah satunya adalah dengan menerapkan pertanian secara regeneratif. Melansir The Climate Reality Project, pertanian regeneratif adalah sistem prinsip dan praktik pertanian yang berupaya merehabilitasi dan meningkatkan seluruh ekosistem pertanian dengan menempatkan prioritas tinggi pada kesehatan tanah, seperti pengelolaan air, penggunaan pupuk dan banyak lagi.

Nestle mengandeng Karya Masyarakat Mandiri (KMM) berkomitmen menjalankan program pertanian Regeneratif Tangguh (RegenTa) kepada petani kopi di Tanggamus, Lampung. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi, dampak lingkungan dan model ekonomi yg optimal untuk petani. Terhitung dari awal bulan Agustus KMM sudah mulai terlibat dalam pendampingan langsung petani kopi di tiga kecamatan di Kabupaten Tanggamus yaitu Kec. Ulu Belu, Kec. Sumberjo, Kec. Pulau Panggung yang terdiri atas 44 kelompok tani dampingan.

Pendampingan yang dilakukan KMM di lapangan mendapat perhatian positif oleh setiap petani kopi yang dikunjungi. Karena setiap pendampingan tim pendamping mendengarkan dengan baik setiap persoalan yang petani hadapi di lapangan dan mampu memberikan berbagai alternatif solusi. Selain itu, tim pendamping tidak terlepas dari peran petani muda yang aktif membantu setiap pertemuan poktan.

Petani muda sebagai generasi penerus memiliki peran yang sangat penting dalam keberlanjutan petani dan keberlanjutan usaha pertanian kopi. Sebagai salah satu fokus program KMM, petani muda akan dibentuk dan dibina dalam bentuk paguyuban. Dengan target terbentuknya petani muda setiap kelompok dan petani muda seleksi untuk menjalankan paguyuban yang nantinya terbentuk. Peran dan fungsi petani muda ini sangat diharapkan dan mampu memberikan kontribusi besar pada kelompok dan keberlanjutan usaha pertanian kopi.

Pendampingan yang intensif kepada petani menjadi salah satu kunci keberhasilan program. Dengan menerapkan 10 poin RegenTa yang menjadi parameter pendukung pertanian regeneratif yang berkelanjutan, diharapkan mampu memberikan hasil pertanian kopi petani yg maksimal dan dampak lingkunga yang sehat. [GAM]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Scroll to Top