penandatangan-mou-wi-ddriau

Program Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan di Siak, Kolaborasi WI dan Dompet Dhuafa Riau

PEKANBARU – Winrock International (WI) bekerjasama dengan Karya Masyarakat Mandiri (KMM) pada tahun 2021 melakukan riset terkait peluang pengembangan nanas sebagai komoditas pertanian yang menunjang sistem budidaya paludikultur yang berkelanjutan di lahan gambut.

Riset dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sungai Apit, Kabupatan Siak, Riau pada Mei – Oktober 2021. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa komoditas nanas potensial mendukung sistem pertanian paludikultur ramah gambut dan juga memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Saat ini nanas telah banyak dibudidayakan sebagai tanaman sela oleh para petani dan dapat tumbuh berkembang baik di lahan gambut.

Lahan gambut di Provinsi Riau sebesar 3,89 Juta Ha merupakan lahan gambut terluas di Pulau Sumatera. Sedangkan luasan lahan pertanian Kecamatan Sungai Apit yang telah ditanami nanas diperkirakan sebesar 350 ha dengan jumlah produksi nanas sekitar 7000 ton/tahun. Adanya potensi Lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Kecamatan Sungai Apit seluas 2.000 ha lahan gambut bagi masyarakat apabila dikembangkan sebagian untuk komoditas nanas, dapat menambah jumlah produksi hingga mencapai 36.000 ton/tahun. Hal ini cukup besar dan sangat potensial untuk selanjutnya dikembangkan dalam skema industri pengolahan nanas.

Pemanfaatan lahan gambut tersebut oleh masyarakat baik sebagai lahan pertanian maupun perkebunan harus mempertimbangkan kelestariannya sehingga tidak terjadi kerusakan lingkungan. Winrock Internasional, sebagai lembaga pegiat lingkungan, telah memfasilitasi berbagai kegiatan dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lahan gambut sebagai bagian dari usaha restorasi dan konservasi secara berkelanjutan. Hal ini juga sekaligus untuk meningkatkan kualitas penghidupan masyarakat melalui pengembangan komoditas alternatif ekonomi lokal lahan gambut yang ramah lingkungan dengan pendekatan paludikultur.

Untuk memperkuat program restorasi lahan gambut, Winrock International menggandeng Dompet Dhuafa (DD) Riau untuk melakukan kolaborasi dalam program pengembangan pertanian nanas di Lahan Gambut khususnya terkait pemanfaatan limbah dan pemasaran hasil industri nanas.

Dompet Dhuafa adalah lembaga Filantropi Islam yang selama ini berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa. Proses penyerahan dukungan program pertanian nanas di lahan gambut secara berkelanjutan dari Dompet Dhuafa Riau ke pihak Winrock International yang dituangkan dalam dokumen nota kesepahaman (Letter of Intens/LoI) dilakukan pada 24 Maret 2022 di Graha Zakat Dompet Dhuafa Riau.

Ketua Riset Pengembangan Pasar Nanas dari WI menuturkan bahwa “Kolaborasi Winrock International dan Dompet Dhuafa Riau menjadi sangat penting untuk keberhasilan program ini. WI berperan dalam pendampingan petani hingga produksi nanas olahan sedangkan DD Riau akan lebih berperan dalam pemanfaatan limbah nanas untuk peternakan petani dampingannya serta pengembangan pasar produk nanas dan turunannya dalam kerangka program pemberdayaan masyarakat. Di mulai dari skala kecil di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak diharapkan nantinya pembangunan industri pengolahan nanas tersebut akan dimulai.”

Melalui kerjasama ini diharapkan cita-cita pengelolaan lahan gambut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dapat direalisasikan. Kolaborasi ini juga disambut dengan antusias pihak DD Riau, menurut Hendi Mardika, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Riau, dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan memperkuat keberdayaan masyarakat terutama untuk program-program UMKM yang sedang dan akan terus dikembangkan oleh Dompet Dhuafa Riau. [CAS]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.