Tingkatkan Manajemen Usaha, BI Kalbar Adakan Pelatihan Bagi Petani Cabai

KUBURAYA – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat bersama Dompet Dhuafa, kembali mengadakan bantuan teknis menajamkan visi kelembagaan lokal, dan menguatkan perencanaan kegiatan usaha kelompok petani cabai. Pelatihan manajemen usaha kelompok tani diadakan di Gedung Project Management Unit, Training Centre, Rice Milling Unit, Kabupaten Kuburaya, Kamis (11/10/2018).

Peserta pelatihan 20 orang dari pengurus kelembagaan ekonomi lokal dan pengurus kelompok tani hortikultura di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat. Pelatihan berjalan dinamis ditandai dengan diskusi aktif selama berjalannya kegiatan.

Narasumber Dr. Maswadi, SP, MSc. Dosen Fakultas Ekonomi Manajemen, Universitas Tanjungpura, juga Sekjen tim pendampingan pemasaran produk hortikultura Kabupaten Kuburaya.

Beliau mengajak kepada petani agar memiliki jiwa enterpreneur, yang tidak mudah menyerah, dan senantiasa berinovasi. Untuk memulai itu, petani harus memiliki latar belakang usaha yang kuat, dalam membuat perencanaan kegiatan usaha, yang akan menjadi pedoman kelompok saat menjalankan kegiatan usaha di masa yang akan datang.

Ketua kelembagaan ekonomi lokal sekaligus petani cabai, Mustakim (30 tahun) dalam sesi tanya jawab menjelaskan rencana kegiatan usaha yang akan dilaksanakan kelompok.

“Kegiatan usaha rencananya akan difokuskan pada dua aktivitas yakni usaha pengadaan sarana produksi pertanian (pupuk, benih, dan lain-lain) dan usaha produk olahan cabai,” ungkapnya.

Pemilihan kedua usaha tersebut didasarkan pada kondisi petani yang terkadang mengalami keterbatasan dalam pengadaan saprotan, dan membantu petani dalam meningkatkan pendapatan melalui produksi olahan cabai, terutama saat harga cabai dipasaran rendah. Para pengurus kelompok tani sepakat untuk mendukung kegiatan usaha bersama yang akan dilakukan. [ade]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.