Koperasi Produsen Mekarsari Klaster Binaan KPw BI Kalbar adakan RAT

BENGKAYANG –  Koperasi Produsen Mekarsari Desa Mayak, Kecamatan Seluas mengadakan Rapat  Anggota Tahunan (RAT) 2019 di Saung Tani Mekarsari di Dusun Rahaja, Mayak, Seluas, Kabupaten Bengkayang, Rabu (05/02/2020). RAT dihadiri sekitar 25 anggota koperasi, Kabid Koperasi Kabupaten Bengkayang, Kepala BPP Pertanian Kecamatan Seluas dan Kades Mayak.

Koperasi Produsen Mekarsari hasil binaan BI Kalbar dalam Program Local Economic Development Integrated Farming berbasis peternakan kambing perah dan pertanian terpadu di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“RAT ini menyampaikan hasil kegiatan usaha koperasi selama tahun 2019. Usaha yang dilakukan antara lain jual beli kambing, jual beli susu kambing dan jual beli beras,” terang Ali Solihin, Ketua pengurus Koperasi Mekarsari.

“Koperasi selalu memberikan bimbingan pada anggota guna menjaga dan meningkatkan kerjasama dengan sesama badan usaha guna menata pertumbuhan koperasi”, tambahnya. Ia juga mengatakan, “Dengan adanya koperasi, kami bisa menjalin kerjasama dengan lembaga swasta maupun pemerintah, salah satunya adalah kerjasama program Tebar Hewan Kurban dengan  Dompet Dhuafa.”

Kabid Koperasi, Agustiwan menuturkan, “Koperasi Mekarsari adalah koperasi keenam yang melaksanakan RAT pada tahun 2020 dari 160-an koperasi yang ada di Kabupaten Bengkayang.” Pemerintah Kabupaten Bengkayang memberikan  dukungan penuh untuk kemajuan koperasi serta menyarankan untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya dari peternak maupun petani yang ada di Desa Mayak agar semakin maju.

Para Dai Cordoba Dibekali Beternak Domba

Subang – Peserta sekolah dai Dompet Dhuafa belajar beternak domba di kebun Indonesia Berdaya (IB) Subang, Rabu (29/01). Beberapa peserta mengaku baru pertama bertemu dengan domba. Di daerahnya tidak dijumpai. Pendamping program Sentra Ternak Dompet Dhuafa di Subang, Jafar, memberi pengarahan para dai.

Berbagai aspek beternak domba disampaikan kepada peserta. Mulai dari pakan, kesehatan hewan dan pembibitan. Tentang pakan peserta belajar jenis pakan, waktu pemberian dan fermentasi pakan.

Peserta juga diberi teknis pengecekan umur domba dengan melihat susunan gigi dan mencukur bulu domba. Bagian paling seru ketika peserta terlibat dalam proses inseminasi alami. Para dai tampak antusias mengikuti dan terlibat dalam proses beternak domba.

Pembekalan pengetahuan beternak domba akan bermanfaat nantinya, terlebih peserta adalah calon Dai di daerah. Ternak semacam domba atau kambing mudah ditemui di pedesaan. Selain itu, peserta juga telah dibekali teknik untuk mengetahui sehat tidaknya ternak. Sebagai salah satu prasarat ternak sebelum dipotong, baik untuk hewan kurban maupun untuk dikonsumsi. [z1]

Dai Cordofa Praktek Pembuatan Biopori di IB Subang

Subang – Kebun Indonesia Berdaya (IB) Subang kedatangan kader Dai Cordofa Dompet Dhuafa, Selasa (28/1/2020) . Kunjungan tersebut sebagai bagian dari Sekolah Dai Cordofa. Peserta akan belajar praktik pemberdayaan di Kebun IB Subang selama 3 hari.

Pada hari pertama, peserta sebanyak 9 orang belajar teknik dan praktek pembuatan biopori. Instruktur dari Sabisa Farm IPB, Ari Hariadi membimbing kegiatan tersebut. Peserta antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan Ari.

Biopori bermanfaat bagi lahan pertanian seperti di Kebun IB Subang. Volume air dalam tanah dapat terjaga dan mencegah erosi tanah. Selain itu, lubang biopori dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi tanaman.

Peserta berkesempatan langsung praktik membuat lubang dengan alat khusus. Satu persatu peserta mencoba membuat lubang dg kedalaman 1 meter. Lubang kemudian diisi dengan sampah daun dan ranting yang ditemukan di lokasi kebun. [zah]

Madaya Coffee Ikut Festival Kopi Media Indonesia

Jakarta – Madaya Coffe mengikuti Festival Kopi dalam rangka HUT ke-50 Media Indonesia. Acara diadakan di Lobby Grand Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, berlangsung 27-30 Januari. Acara mengusung sistem zero waste yakni tempat minum terbebas dari plastik. Tak hanya itu, nantinya akan ada bincang kopi dari kementerian perdagangan dan juga pertanian.

Agenda ini merupakan tahun ketiga yang diadakan Media Indonesia untuk memperkenalkan kopi lokal nusantara. Ketua Panitia Festival Kopi Media Indonesia, Rio Waas, menjelaskan bahwa industri kopi di Tanah Air memiliki potensi besar. Hal penting yang diutamakan ialah mengenai peningkatan kualitas industri, terutama bagaimana memaksimalkan ekspor kopi ke dunia.

Madaya Coffe menampilkan tiga produk kopi yang berasal dari Gayo, Temanggung dan Kahayya. Harapan keikutsertaan Madaya Coffee terjaring minimal 1000 database baru calon konsumen. Setidaknya 10 calon pembeli besar potensial yang siap kerjasama penjualan produk kopi dari hasil petani dampingan. Selain itu, branding Madaya Coffee dapat meningkat melalui publikasi secara nasional oleh pihak penyelenggara.

Semarak Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Kenalkan Kopi MADAYA Bagi Kalangan Millenial

ZONA MADINA, BOGOR- Semangat di hari Pahlawan, Dompet Dhuafa terus mengembangkan dan sasar sektor ril di bidang pertanian, peternakan dan Unit Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah. Pada sektor ini masyarakat ekonomi menengah bawah banyak terlibat. Salah satu komoditas perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pedesaan adalah tanaman kopi. Indonesia menjadi produsen ke empat terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Manfaat ekonomi kopi sebagai komoditas ekonomi belum maksimal dinikmati oleh petani kecil pada perkebunan rakyat. Dompet Dhuafa mengawali program pemberdayaan kepada petani kopi kecil agar mampu mencapai keuntungan usaha tani secara maksimal melalui Program Community Farming (CF) pada tahun 2015. Program tersebut berbasis komunitas petani kopi yang menitikberatkan aspek budidaya on farm, penguatan kapasitas pasca panen dan pengembangan kelembagaan usaha sampai tahun 2017.

Program CF menggandeng komunitas petani kopi kecil di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (jenis kopi robusta), Kabupaten Aceh Tengah, Aceh (jenis kopi arabika), dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (jenis kopi Arabika). Jumlah pemetik manfaat sebanyak 243 kepala keluarga dan 3 komunitas petani kopi.

“Tujuan utama Program CF adalah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani tentang budidaya hingga pascapanen serta ketrampilan manajemen usaha. Pembentukan manajemen usaha komunitas petani yang menjalankan usaha dari hulu. Penyediaan sarana produksi yang dibutuhkan petani anggota, pengolahan biji kopi menjadi produk beras maupun bubuk kopi hingga pemasaran”, ujar Adhi Nur Hidayat sebagai Manajer Agroindustri Karya Masyarakat Mandiri (KMM-DD).

Lembaga lokal ekonomi yang terbentuk sudah berbadan hukum. Lembaga ini menjadi mesin penggerak usaha kopi di tiap komunitas. Komunitas memproduksi kopi premium dalam bentuk green bean dan kopi bubuk. Khusus kopi bubuk telah mendapatkan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SPP PIRT) dari dinas kesehatan kabupaten setempat.

“Dompet Dhuafa mengembangkan program lanjutan di tahun 2019. Program agroindustri kopi dengan membangun Rumah Produksi Kopi Madaya. Sebagai model usaha hilir kopi yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa dengan berbasis sosial bisnis. Komunitas Petani Kopi Dompet Dhuafa menjadi pemasok material kopi beras premium (petik merah). Rumah produksi mengolah biji kopi dengan mesin roasting berteknologi hot air, menghasilkan kopi sangrai roasted bean seragam dan bercitarasa premium. Selanjutnya menjadi berbagai produk seperti kopi mix gula, minuman kopi segar dan lainnya”, lanjut Adhi Nur Hidayat.

Rumah produksi kopi juga dilengkapi dengan kafe Madaya yang diresmikan pada 10 November 2019 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Rumah produksi kopi dan kafe Madaya berada di Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa Jampang, Kemang, Bogor. Masyarakat umum bisa menikmati beragam kopi yang dihasilkan petani komunitas kopi binaan Dompet Dhuafa di kafe Madaya.

Produk kopi premium rumah produksi diharapkan dapat mengisi ceruk pasar masyarakat pecinta kopi berkualitas. Rumah kopi Madaya juga mengembangkan pasar produk kopi milik petani dampingan sehingga tercipta kesinambungan produksi kopi masyarakat dengan program pemberdayaan kopi Dompet Dhuafa untuk pengembangan usaha, serta kepada petani kopi dampingan sebagai pemetik manfaat.

RAT 2018 Koperasi KSB Serang

SERANG – Rapat Akhir Tahunan (RAT) koperasi ISM Karya Sinar Bahari (KSB) Kp. Tanggul Jaya, Kel. Banten, Kec. Kasemen, Kota Serang dilaksanakan di rumah produksi kerang hijau, Selasa (30 April 2019). Hadir tamu undangan H. Hidayat dari Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah), Lurah Kelurahan Banten Rusma, Dinas Perikanan Ilham, perwakilan Dompet Dhuafa Banten Zamak, Ketua RT Tanggul Jaya Satori, tim program KMM dan 19 anggota koperasi.

Lurah Kelurahan Banten menyampaikan akan ada rencana pembangunan pelabuhan terbesar se-Asia di Karangantu Kelurahan Banten. Rencana di Kp. Tanggul Jaya akan dijadikan tempat pelelangan ikan (TPI) Karangantu.

H. Hidayat menjelaskan bahwa koperasi yang sehat harus melaksanakan RAT setidaknya satu tahun terakhir. “Walau terbilang terlambat tetapi tidak masalah dan masih bisa melaksanakan RAT terbilang baik,” tambah perwakilan Dekopinda Kota Serang.

Ketua koperasi KSB, Budin menyampaikan laporan pertanggungjawaban koperasi periode 2018 dan rencana kegiatan tahun 2019.  “Mudah-mudahan dengan RAT pengurus akan terus berjuang agar bersama-sama mengsukseskan dan mensejahterakan anggota KSB,” pungkasnya.

Beliau meminta kerjasama anggota untuk mencapai target rencana 2019 yang ditetapkan. Karena koperasi bukan hanya milik pengurus tetapi anggota harus ikut berperan aktif dalam aktivitasnya.

Semoga target yang ditetapkan dapat dilampui, karena target tidak hanya untuk dicapai. [dik]

KPSU Riung Mukti Adakan RAT 2018

Sukabumi – Koperasi Peternak Serba Usaha (KPSU) Riung Mukti mengadakan Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2018 di aula koperasi Desa Palasari Girang, Kec. Kalapanunggal, Sukabumi , Kamis (28/03/2019). Hadir Jodi H. Iswanto dari Karya Masyarakat Mandiri (KMM) mewakili Dompet Dhuafa, pembina koperasi Prof. Dr. Fajar Laksana, camat Kalapanunggal, muspika Kalapanunggal, DPKUKM (Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM) Kab Sukabumi, dinas pertanian, perwakilan Universitas Padjadjaran, tokoh masyarakat dan anggota koperasi.

KPSU Riung Mukti adalah koperasi bidang peternakan dari awal berdirinya prakarsa Kampoeng Ternak Nusantara (sekarang Karya Masyarakat Mandiri) Dompet Dhuafa tahun 2011. Saat ini sudah berdikari dalam mengembangkan usahanya setelah dimandirikan pada tahun yang sama. Koperasi sudah berjalan selama 8 tahun. Berbagai macam tantangan dan hambatan menghadang tidak membuat pengurus putus asa. Justru menjadi modal untuk menggapai kesuksesan dan kemajuan koperasi.

Secara umum kondisi KPSU Riung Mukti pada tahun buku 2018 semakin baik. Meskipun terdapat beberapa program kerja yang tidak dapat terlaksanakan, dalam upaya peningkatan kesejahteraan anggota.  Berkat kesungguhan dan tekad yang bulat dalam berupaya meningkatkan kinerja KPSU Riung Mukti sekarang sudah menuju kearah semakin baik dalam rangka melayani kebutuhan anggota peternak yang cenderung meningkat baik dari segi peningkatan pelayanan maupun peningkatan permodalan atau aset koperasi. [DIK]

Tingkatkan Kapasitas Petani Cabai, BI Lampung adakan Pelatihan Agribisnis & Kewirausahaan

PRINGSEWU – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Lampung mengadakan kegiatan bantuan teknis, Pelatihan Agribisnis dan Kewirausahaan untuk kelompok petani cabai Kabupaten Pringsewu, Kamis (18/10/2018). Pelaksanaan didampingi Karya Masyarakat Mandiri – Dompet Dhuafa, mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu. Hadir pada acara pimpinan Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Provinsi Lampung, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, Kabag Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

Pelatihan Agribisnis dan Kewirausahaan bertujuan memberikan pemahaman kepada petani cabai arti penting perencanaan bisnis sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan usaha. Endrianto, Ketua Koperasi Kakao Jaya, selaku narasumber, memberikan penjelasan kepada petani secara praktis dan diperkuat dengan pengalaman dalam menjalankan kegiatan usaha kelompok.

Sejumlah 30 petani yang hadir dari perwakilan 5 kecamatan di Kabupaten Pringsewu, mengakui bahwa keunggulan petani cabai selama ini baru pada aspek budidaya, sementara dalam aspek agribisnis secara umum, masih perlu pendampingan. Kegiatan pelatihan seperti ini termasuk yang dibutuhkan.

“Menjalankan kegiatan usaha kelompok yang tersebar di 5 kecamatan, menjadi tantangan tersendiri, penjelasan yang disampaikan pemateri sangat membantu kelompok dalam menjalankan kegiatan usaha ke depan,” tambah Sumpeno, ketua kelompok petani cabai.

Hilma Wira, Kantor Perwakilan BI Provinsi Lampung, menyampaikan harapannya kepada petani agar dapat memaksimalkan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang saat ini sedang berjalan. Dengan kegiatan ini diharapkan kelompok petani cabai menjadi kelompok yang solid, kuat, sehingga mampu mensejahterakan anggotanya (petani cabai). [ade]

BI Kalbar adakan Sosialisasi Program LED di Perbatasan Indonesia – Malaysia

BENGKAYANG – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat kerjasama dengan Dompet Dhuafa mengadakan sosialisasi pelaksanaan program “Pengembangan Local Economic Development (LED)”. Salah satu kegiatan awal pendampingan pada program Integreted Farming Berbasis Peternakan Kambing Perah dan Pertanian Terpadu di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia.

Kegiatan berlangsung di saung kelompok ternak/tani Mekarsari Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Selasa (16/10/2018). Hadir kurang lebih 40 undangan terdiri anggota kelompok ternak kambing perah Desa Mayak, Kepala Desa Mayak, Camat Seluas, dinas Koperasi dan UMKM Bengkayang, dinas peternakan Kabupaten Bengkayang, perwakilan BI Kalbar serta pemangkukepentingan terkait.

Agenda tersebut bertujuan mensosialisasikan program kepada kelompok ternak/tani yang ada Desa Mayak serta kepada pemangkukepentingan terkait. Harapannya dengan kegiatan ini peternak/petani memahami alur program yang akan dijalankan serta mendapatkan dukungan penuh dari pemangkukepentingan. [ipul]

Tingkatkan Manajemen Usaha, BI Kalbar Adakan Pelatihan Bagi Petani Cabai

KUBURAYA – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat bersama Dompet Dhuafa, kembali mengadakan bantuan teknis menajamkan visi kelembagaan lokal, dan menguatkan perencanaan kegiatan usaha kelompok petani cabai. Pelatihan manajemen usaha kelompok tani diadakan di Gedung Project Management Unit, Training Centre, Rice Milling Unit, Kabupaten Kuburaya, Kamis (11/10/2018).

Peserta pelatihan 20 orang dari pengurus kelembagaan ekonomi lokal dan pengurus kelompok tani hortikultura di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat. Pelatihan berjalan dinamis ditandai dengan diskusi aktif selama berjalannya kegiatan.

Narasumber Dr. Maswadi, SP, MSc. Dosen Fakultas Ekonomi Manajemen, Universitas Tanjungpura, juga Sekjen tim pendampingan pemasaran produk hortikultura Kabupaten Kuburaya.

Beliau mengajak kepada petani agar memiliki jiwa enterpreneur, yang tidak mudah menyerah, dan senantiasa berinovasi. Untuk memulai itu, petani harus memiliki latar belakang usaha yang kuat, dalam membuat perencanaan kegiatan usaha, yang akan menjadi pedoman kelompok saat menjalankan kegiatan usaha di masa yang akan datang.

Ketua kelembagaan ekonomi lokal sekaligus petani cabai, Mustakim (30 tahun) dalam sesi tanya jawab menjelaskan rencana kegiatan usaha yang akan dilaksanakan kelompok.

“Kegiatan usaha rencananya akan difokuskan pada dua aktivitas yakni usaha pengadaan sarana produksi pertanian (pupuk, benih, dan lain-lain) dan usaha produk olahan cabai,” ungkapnya.

Pemilihan kedua usaha tersebut didasarkan pada kondisi petani yang terkadang mengalami keterbatasan dalam pengadaan saprotan, dan membantu petani dalam meningkatkan pendapatan melalui produksi olahan cabai, terutama saat harga cabai dipasaran rendah. Para pengurus kelompok tani sepakat untuk mendukung kegiatan usaha bersama yang akan dilakukan. [ade]