Dompet Dhuafa Tebar 11.428 Paket Beras Zakat Fitrah di 8 Provinsi

BOGOR – Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang peduli dengan para mustahik selama ini telah dipercaya oleh masyarakat khususnya para donatur. Pada Ramadhan ini Dompet Dhuafa menyalurkan zakat fitrah melalui Program Tebar Zakat Fitrah (TZF) dengan menjangkau para mustahik di seluruh pelosok negeri.

Sebuah kegiatan yang diharapkan dapat memberikan nilai lebih terhadap kegiatan zakat fitrah. Beras zakat fitrah yang disalurkan sebagian merupakan hasil produksi mitra petani binaan Dompet Dhuafa.

Sejumlah 11.428 paket beras zakat fitrah 2,5kg disalurkan di wilayah Indonesia Timur. Mencakup 118 kelurahan/desa, 57 kecamatan, 23 kabupaten/kota, dan 8 provinsi. Penyaluran dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat dan Papua pada 14 – 28 April 2021.

Terimakasih kepada donatur yang mengamanahkan zakat fitrah melaui Dompet Dhuafa, penerima manfaat tak hanya senang menerimanya, juga bersyukur masih ada yang peduli terhadap kondisi mereka. [kus-dik]

Tebar Berkah Ramadhan 1442 H

Berdayakan Penyadang Difabel dan Budaya Melalui UMKM Batik

CIANJUR – Mendengar batik terbayang Solo, Pekalongan, atau Jogja, ternyata di Cianjur ada batik khas. Batik hasil program penguatan UMKM Batik yang merupakan program pendampingan UMKM lokal oleh Karya Masyarakat Mandiri (KMM) – Dompet Dhuafa selaku pelaksana program bekerjsama dengan CSR PT Tirta Investama Plant Cianjur. Fokus program pada penguatan usaha UMKM Batik yang sudah berjalan namun perlu ada peningkatan.

UMKM Batik ini selain melestarikan budaya lokal dengan batik genturan khas Cianjur-nya, para pengrajin atau pekerjanya merupakan penyandang difabel, sehingga program ini harapannya dapat membantu teman-teman difabel sebagai penerima manfaat program.

Untuk memastikan pencapaian tersebut, program menempatkan pendamping lapang untuk mengawal kegiatan di lapangan berjalan dengan baik. Kegiatan Program Penguatan UMKM Batik tahun 2020 meliputi penguatan pemasaran, melalui pembuatan branding lokasi usaha.

Penguatan produksi dengan perbaikan layout workshop yang aman bagi difabel. Penguatan sarana produksi mitra difable, pelatihan teknis atau teknologis batik. Pelatihan leadership dan motivasi, penguatan manajemen usaha dan pertemuan pendampingan.

“Usaha batik khas Cianjur sudah 10 tahun tepatnya dimulai pada tahun 2010. Sejak tiga tahun terakhir mengakomodir dan memberdayakan teman-teman difabel. Unit usahanya dinamakan Dahlia Batik. Teman-teman difabel berasal dari wilayah Cianjur dan beranggotakan 20 orang,” seperti pesan WhatsApp yang disampaikan Hikmatullah selaku Penyelia Community Development (Comdev) KMM – Dompet Dhuafa, Selasa (6/4/2021).

“Program pendampingan bersama KMM dan Corporate Social Responsibility (CSR) Danone berupa penataan layout ruang produksi dan juga penambahan peralatan produksi yang lebih nyaman bagi teman-teman difabel ketika bekerja. Selain itu pelatihan teknis dan pengembangan usaha untuk meningkatkan kapasitas SDM teman-teman difabel pun sudah dilaksanakan. Tak hanya itu branding dan promosi terkait produk batik pun sudah digencarkan,” jelas Hikmatullah.

Workshop Dahlia Batik Genturan berada di Jalan Raya Sukabumi-Warungkondang, No. 42, Cijoho, Desa Cikaroya, Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat. Jumlah produksi kain batik sebelum pandemi Covid-19 per bulan mencapai 300 – 500 lembar kain batik cap dan 150 lembar kain batik tulis. Kondisi pandemi Covid-19 berdampak terhadap penurunan penjualan batik mencapai 70 persen.

“Untuk  konsumen batik mayoritas berasal dari luar wilayah Cianjur dan ada beberapa yang dari negara luar seperti Malaysia, Belanda, dan Jepang,” pungkasnya. [DIK]

Milad Pertama, Madaya Coffee Adakan Pelatihan Barista

BOGOR – Milad pertama Madaya Coffee mengadakan pelatihan dasar barista di panggung budaya kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa, Jampang, Kemang, Bogor, Ahad (22/11/2020).  Peserta sejumlah 10 orang berasal dari sekitar kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa.

Sesi awal peserta mendapatkan penjelasan tentang sejarah petani kopi pemberdayaan Dompet Dhuafa yang disampaikan Jodi H. Iswanto. Peserta mendapatkan materi dasar tentang kopi dan teknik menyeduh kopi.

Pada sesi praktek peserta pelatihan mencoba membuat langsung berbagai teknik seduh kopi dipandu oleh barista Deni Arsandi. Mereka senang bisa menikmati kopi hasil seduhan sendiri.

Selain itu para peserta mendapatkan wawasan baru bagaimana memulai merintis usaha kopi serta mendapatkan buku gratis dari penulisnya M. Taufiq Ismail. Buku Dompet Sehat Karyawan Muda memberi panduan mengatur keuangan Anda. Semoga ilmu yang dibagikan dapat bermanfaat. [dik]

BI Kalbar Sosialisasikan Pemandirian Program LED di Mayak

Bengkayang – Pemandirian Local Economic Development (LED) Integrated Farming Berbasis Peternakan Kambing Perah dan Pertanian diadakan Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Kalimantan Barat kerjasama dengan Dompet Dhuafa.  Sosialisasi khususnya untuk Kelompok Mekar Sari Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (30/09) di saung kelompok tani.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan mengingatkan saat ini sedang di tengah pandemi covid-19. Masyarakat harus tetap produktif dalam melakukan usaha ternak maupun tani karena pertanian merupakan penyokong perekonomian di pedesaan serta penyedia bahan makanan di perkotaan.

“Kecamatan Seluas sudah ditetapkan sebagai sentra kambing di Kalbar oleh Pemda Kalbar untuk itu para peternak khususnya Kelompok Mekar Sari harus bersemangat dalam mengembangkan produksi susu maupun populasi ternak,” jelasnya.

Kadis menghimbau jangan sampai menyiakan, “Desa Mayak mempunyai potensi iklimnya dingin dibandingkan daerah lain serta tanah yang sangat subur.”

Jeffri Pakpahan, perwakilan KPw BI Kalbar mengucapkan terimakasih kepada pemda yang telah bekerjasama untuk kemajuan kegiatan pengembangan integrasi peternakan kambing perah dan pertanian ini.

“Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Negara Indonesia tidak hanya mengurusi moneter ataupun pengawasan terhadap lembaga keuangan akan tetapi BI juga mendukung pengembangan UMKM  yang  bertujuan untuk menjaga kestabilan komoditi-komoditi pertanian yang menyumbang inflasi,” urainya.

Beliau menambahkan, “Kita semua harus tetap bersinergi dalam membangun perekonomian di Indonesia dan di Kalbar pada khususnya.”

Pesannya untuk Kelompok Mekarsari, BI telah menyediakan tenaga pendamping lapangan dari Dompet Dhuafa untuk bekerjasama membangun dan memecahkan permasalahan kelompok yang ada. [EDO]

Isi Waktu Produktif Kala Pandemik Covid-19 dengan Hidroponik

CIANJUR – PT. Tirta Investama Plant Cianjur (AQUA) mengadakan pelatihan hidroponik. Sekitar 100 orang perwakilan berbagai divisi karyawan mengikuti acara di gedung serbaguna (aula) perusahaan, Sabtu (25/04/2020).

Usep Warsono (55) sebagai ketua pelaksana menegaskan pelatihan bertujuan agar karyawan memiliki keahlian tambahan, yang mungkin bisa menghasilkan tambahan sumber ekonomi di kemudian hari. Kegiatan tersebut bisa dilakukan di rumah setelah pulang kerja, atau saat sedang WFH (Work from Home).

Narasumber pelatihan, Agam Fadhlur R dari Karya Masyarakat Mandiri (KMM) – Dompet Dhuafa. “Hidroponik merupakan jenis usaha yang menjanjikan. Namun demikian jika tidak dilakukan dengan serius, maka usaha ini bisa merugi dalam jumlah besar, sebab investasi di awal cukup menguras biaya,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya output utama dari pelatihan adalah bagaimana peserta bisa  memulai pertanian hidroponik dengan skala kecil terlebih dahulu. Memanfaatkan halaman rumah seadanya, selagi mengisi waktu jika sedang terjadwal WFH.

“Tetapi jika ada diantara peserta yang tertarik untuk terjun berwirausaha hidroponik, tentunya pelatihan ini tidaklah cukup. Dan harus mengikuti pelatihan lainnya yang berjenjang dan berkelanjutan,” urainya.

Pelatihan berjalan komunikatif. Peserta yang hadir mendapatkan sesi tanya jawab serta praktek langsung bercocok tanam sistem hidroponik arahan dari tim KMM – Dompet Dhuafa.

Agam - Pelatihan Hidroponik

Agam Fadhlur R | Pemateri Pelatihan Hidroponik

Di tengah pandemik seperti saat ini, diperlukan solusi agar kita bisa bertahan dengan makanan yang kita punya di rumah. Tetapi tentunya harus tetap memperhatikan asupan makanan yang kita konsumsi.

Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga adalah dengan bercocok tanam sendiri, dan satu diantara dengan bercocok tanam sistem hidroponik.

“Pandemik Covid 19 ini berakhir singkat, atau mungkin  panjang, kita dirumahkan atau tidak oleh perusahaan, pelatihan ini saya rasa akan tetap memberi nilai positif. Jika kita tidak sempat melakukannya sendiri. Maka ilmu yang kita dapat hari ini, bisa kita tularkan kepada saudara kita. Siapa tahu justru mereka sukses sebagai pengusaha hidroponik. Terima kasih dan selamat mencoba,” tutup Usep pada pelatihan tersebut. [Dede Suryana]

Koperasi Produsen Mekarsari Klaster Binaan KPw BI Kalbar adakan RAT

BENGKAYANG –  Koperasi Produsen Mekarsari Desa Mayak, Kecamatan Seluas mengadakan Rapat  Anggota Tahunan (RAT) 2019 di Saung Tani Mekarsari di Dusun Rahaja, Mayak, Seluas, Kabupaten Bengkayang, Rabu (05/02/2020). RAT dihadiri sekitar 25 anggota koperasi, Kabid Koperasi Kabupaten Bengkayang, Kepala BPP Pertanian Kecamatan Seluas dan Kades Mayak.

Koperasi Produsen Mekarsari hasil binaan BI Kalbar dalam Program Local Economic Development Integrated Farming berbasis peternakan kambing perah dan pertanian terpadu di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“RAT ini menyampaikan hasil kegiatan usaha koperasi selama tahun 2019. Usaha yang dilakukan antara lain jual beli kambing, jual beli susu kambing dan jual beli beras,” terang Ali Solihin, Ketua pengurus Koperasi Mekarsari.

“Koperasi selalu memberikan bimbingan pada anggota guna menjaga dan meningkatkan kerjasama dengan sesama badan usaha guna menata pertumbuhan koperasi”, tambahnya. Ia juga mengatakan, “Dengan adanya koperasi, kami bisa menjalin kerjasama dengan lembaga swasta maupun pemerintah, salah satunya adalah kerjasama program Tebar Hewan Kurban dengan  Dompet Dhuafa.”

Kabid Koperasi, Agustiwan menuturkan, “Koperasi Mekarsari adalah koperasi keenam yang melaksanakan RAT pada tahun 2020 dari 160-an koperasi yang ada di Kabupaten Bengkayang.” Pemerintah Kabupaten Bengkayang memberikan  dukungan penuh untuk kemajuan koperasi serta menyarankan untuk merekrut anggota sebanyak-banyaknya dari peternak maupun petani yang ada di Desa Mayak agar semakin maju.

Para Dai Cordoba Dibekali Beternak Domba

Subang – Peserta sekolah dai Dompet Dhuafa belajar beternak domba di kebun Indonesia Berdaya (IB) Subang, Rabu (29/01). Beberapa peserta mengaku baru pertama bertemu dengan domba. Di daerahnya tidak dijumpai. Pendamping program Sentra Ternak Dompet Dhuafa di Subang, Jafar, memberi pengarahan para dai.

Berbagai aspek beternak domba disampaikan kepada peserta. Mulai dari pakan, kesehatan hewan dan pembibitan. Tentang pakan peserta belajar jenis pakan, waktu pemberian dan fermentasi pakan.

Peserta juga diberi teknis pengecekan umur domba dengan melihat susunan gigi dan mencukur bulu domba. Bagian paling seru ketika peserta terlibat dalam proses inseminasi alami. Para dai tampak antusias mengikuti dan terlibat dalam proses beternak domba.

Pembekalan pengetahuan beternak domba akan bermanfaat nantinya, terlebih peserta adalah calon Dai di daerah. Ternak semacam domba atau kambing mudah ditemui di pedesaan. Selain itu, peserta juga telah dibekali teknik untuk mengetahui sehat tidaknya ternak. Sebagai salah satu prasarat ternak sebelum dipotong, baik untuk hewan kurban maupun untuk dikonsumsi. [z1]

Dai Cordofa Praktek Pembuatan Biopori di IB Subang

Subang – Kebun Indonesia Berdaya (IB) Subang kedatangan kader Dai Cordofa Dompet Dhuafa, Selasa (28/1/2020) . Kunjungan tersebut sebagai bagian dari Sekolah Dai Cordofa. Peserta akan belajar praktik pemberdayaan di Kebun IB Subang selama 3 hari.

Pada hari pertama, peserta sebanyak 9 orang belajar teknik dan praktek pembuatan biopori. Instruktur dari Sabisa Farm IPB, Ari Hariadi membimbing kegiatan tersebut. Peserta antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan Ari.

Biopori bermanfaat bagi lahan pertanian seperti di Kebun IB Subang. Volume air dalam tanah dapat terjaga dan mencegah erosi tanah. Selain itu, lubang biopori dapat berfungsi sebagai sumber nutrisi tanaman.

Peserta berkesempatan langsung praktik membuat lubang dengan alat khusus. Satu persatu peserta mencoba membuat lubang dg kedalaman 1 meter. Lubang kemudian diisi dengan sampah daun dan ranting yang ditemukan di lokasi kebun. [zah]

Madaya Coffee Ikut Festival Kopi Media Indonesia

Jakarta – Madaya Coffe mengikuti Festival Kopi dalam rangka HUT ke-50 Media Indonesia. Acara diadakan di Lobby Grand Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, berlangsung 27-30 Januari. Acara mengusung sistem zero waste yakni tempat minum terbebas dari plastik. Tak hanya itu, nantinya akan ada bincang kopi dari kementerian perdagangan dan juga pertanian.

Agenda ini merupakan tahun ketiga yang diadakan Media Indonesia untuk memperkenalkan kopi lokal nusantara. Ketua Panitia Festival Kopi Media Indonesia, Rio Waas, menjelaskan bahwa industri kopi di Tanah Air memiliki potensi besar. Hal penting yang diutamakan ialah mengenai peningkatan kualitas industri, terutama bagaimana memaksimalkan ekspor kopi ke dunia.

Madaya Coffe menampilkan tiga produk kopi yang berasal dari Gayo, Temanggung dan Kahayya. Harapan keikutsertaan Madaya Coffee terjaring minimal 1000 database baru calon konsumen. Setidaknya 10 calon pembeli besar potensial yang siap kerjasama penjualan produk kopi dari hasil petani dampingan. Selain itu, branding Madaya Coffee dapat meningkat melalui publikasi secara nasional oleh pihak penyelenggara.