Sinergi, Menebar Manfaat Menyemai Kemandirian

     Selasa, 19/8 bertempat di Rumah Pintar Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang berlangsung Pembekalan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Terapan Teknologi Tepat Guna (TTG) Pengolahan Ikan Laut. Kegiatan ini mengawali program bantuan peralatan pengolahan produk perikanan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

   Bantuan peralatan ini difasilitasi oleh Dinas Ketenagkerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang . peralatan tersebut disalurkan kepada 20 mitra program pemberdayaan nelayan di Desa Tanjung Pasir yang merupakan wilayah dampingan Yarsi dan Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa. Pembekalan dan pelatihan akan diselenggarakan selama 5 hari. Peralatan yang diberikan meliputi alat pengolah kerupuk ikan dan olahan ikan lainnya seperti slicer, alat pemotong adonan kerupuk, mixer, alat parut kelapa dan rumah asap.  

    Kegiatan ini dihadiri Disnakertrans Kabupaten Tangerang, Masyarakat Mandiri dan Wakil Komandan Lantamal III sebagai pengelola Rumah Pintar Yarsi-SIKIB. Mitra yang hadir sangat antusias dengan program ini.

   Dengan terealisasinya program ini diharapkan dapat digunakan sebagaimana mestinya ‘Kami berharap program ini tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan memudahkan kami dalam monitoring dan evaluasi program, ungkap Nimar, perwakilan Disnakertrans

   Masyarakat Mandiri pun menyambut baik kerjasama ini karena tentunya akan menambah capaian program dengan adanya peningkatan kapasitas produksi mitra. Sinergi kegiatan diharapkan mampu mengoptimalkan kerja-kerja yang dilakukan pemerintah, institusi pendidikan maupun LSM dalam mengembangkan sektor usaha kecil mikro sebagai penopang ekonomi nasional.

{fcomment}

 

 

 

Training Motivasi Usaha dan Berkoperasi

BOGOR. Dalam usaha untuk menguatkan pentingnya peran koperasi dan memotivasi mitra dalam melakukan usahanya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa (MM-DD) menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dan perkoperasian pada Rabu (18/06). Pelatihan dilakukan di dua lokasi yaitu Desa Ciherang Pondok, Kec. Caringin dan PerumahanLido Permai, Kec. Cigombong.

Pelatihan diikuti 60 mitra dampingan yang ikut dalam Program Pemberdayaan Ekonomi yang merupakan program kerjasama anatara MM-DD dengan PT Tirta Investama, Tbk.  Program ini telah berjalan selama 3 tahun dengan jumlah mitra dampingan sebanyak 575 orang. Jumlah mitra yang banyak tentu akan menyulitkan pendampingan secara intensif, sehingga dibentuklah Koperasi yang akan membantu pendamping dalalam mengelola program.

Koperasi dipilih karena koperasi dapat berperan lebih besar di masyarakat dan keberadaannya diakui dan legal. Peran koperasi juga diharapkan berpihak kepada usaha-usaha kecil dan menekan praktek-praktek rente yang menjamur. Bina Wira Usaha Mandiri dipilih menjadi nama koperasi.

Pelatihan sendiri selain untuk memotivasi mitra dalam berusaha, juga menjadi forum untuk melakukan rekrutment mitra yang belum menjadi anggota koperasi. Moh. Sarjana salah satu narasumber dari Dinas Koperasi Kabupaten Bogor banyak memberikan motivasi dan keuntungan menjadi anggota koperasi. Dengan harapan setelah pelatihan tersebut mitra yang belum menjadi anggota termotivasi untuk menjadi anggota.

Mitra-mitra semuanya mempunyai usaha kecil, nemun rata masih sederhana dan perlu peningkatan baik dari kualitas maupun kuantitas. Belum adanya gambaran tentang pasar yang membuat mitra masih belum ada perubahan signifikan. Reza, pemilik Papapia hadir untuk sharing sekaligus memberikan motivasi usaha. Ia memberikan gambaran tentang langkah-langkah memulai bisnis hingga menjadi besar

Harapan besar dari pelatihan mampu mengubah mental mitra untuk menghadapi persaingan usaha dan menyosong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan mulai tahun 2015.

 {fcomment}

Pelatihan Kelembagaan Pedagang Tangguh

JAKARTA. Rabu pagi (18/06) di depan Kantor kelurahan Pasar Minggu jalan Jl. Raya Ragunan, Jakarta Selatan ada kerumunan orang berseragam kuning-kuning. Mereka bukan ormas atau pendukung salah satu capres melainkan pedagang bakso se-Jakarta Selatan yang akan mengikuti pelatihan kelembagaan yang dilaksanakan oleh PT Miwon Indonesia dan Masyarakat Mandiri (MM)-Dompet Dhuafa (DD).

Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan program pedagang tangguh 3. Program ini merupakan kerjasama antara PT Miwon Indonesia dengan MM-DD yang sudah berlangsung selama 1 tahun. Program ini menyasar pedagang-pedagang bakso di Jakarta selatan. Program ini merupakan lanjutan dari program pedagang tangguh sebelumnya yang meliputi wilayah Pulogadung dan Cipinang, Jakarta Timur. Pelatihan ini diikuti 59 orang pedagang bakso.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan kelembagaan sebagai wadah aspirasi mitra dan pengganti fungsi pendamping setelah program selesai. Manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh para pedagang bakso namun juga pemerintah lokal, karena mampu meningkatkan pendampatana warganya. ‘Kami sangat berterimakasih kepada Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa yang telah memberikan pelatihan kepada warga kami. Kami berharap warga bisa memanfaatkan program ini sehingga usahanya semakin meningkat. Yang tadinya dorong gerobak bisa punya warung sendiri” pungkas Lurah Pasar Minggu, Satia.  pelatihan diberikan oleh Fachuri Rosyidin selaku GM Human Capitol Dompet Dhuafa dan Dede Sukiaji, Supervisor Program, Masyarakat Mandiri.

Program ini tidak melulu menanamkan tentang masalah ekonomi, namun juga membangun cara berfikir pengusaha muslim. Salah satu manfaat yang terasa adalah tidak satupun pedagang bakso dampingan program yang menggunakan bahan berbahaya dan melakukan pengoplosan daging. “alhamdulillah pelatihan selama ini memberikan manfaat buat kami. Kami jadi tahu tentang bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan dan bahayanya bagi tubuh. Dengan penerapan pelatihan ini konsumen jadi percaya dan merasa aman ketika membeli bakso kami” papar Edi Tani Mitra dari Cipete. Hebatnya mitra mampu mengaplikasikan dengan cara sederhana seperti bagaimana cara membangun komunikasi dengan konsumen.

Terbatasnya waktu membuat program belum mampu maksimal dilakukan, namun hal itu ternyata mampu memberikan manfaat langsung kepada mitra. Seperti yang diungkapkan oleh Widji mitra dari Ragunan,”Terimakasih kepada MM-DD yang telah memberikan pelatihan dan motivasi sehingga dagangan kami menjadi  lebih laris”. Dalam program ini diberikan modal gerobak beserta perlengkapannya dan tambahan modal usaha Rp. 500.000/mitra. Kondisi gerobak yag baik terbuat dari alumunium sehingga mudah dibersihkan. faktor bersih ini ternyata mampu ‘menghinoptis’ konsumen untuk membeli bakso dagangan mitra.

Sinergi antar lembaga baik NGO, Swasta maupun pemerintah sangat penting dalam proses pemberdayaan. Kerjasama yang baik akan melahirkan manfaat yang lebih banyak kepada masyarakat. Kerjasama antara MM-DD dengan PT Miwon menjadi salah satu contoh keberhasilan proses pemberdayaan. Membangun ekonomi, dibarengi dengan menata pola fikir kan berdampak lebih luas bukan hanya kepada penerima manfaat namun juga orang-orang disekitarnya. 

{fcomment}

 

 

 

Penyuluhan Keamanan dan Kehalalan Pangan Mitra Pedagang Tangguh Miwon 3

JAKARTA. Masyakat mandiri (MM) Dompet Dhuafa (DD) Bekerjasama dengan PT Miwon Indonesia mengadakan Penyuluhan Keamanan dan kehalalan pangan pada  kamis (20/3) untuk pedagang bakso keliling se Jakarta Selatan. Pelatihan dilaksanakan di Aula Kelurahan Pasar Minggu Jakarta Selatan jl. Raya Ragunan Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. penyuluhan ini di ikuti oleh 100 pedagang bakso yang merupakan mitra dampingan dalam progam Pedagang Tangguh Miwon 3. Penyuluhan ini di berikan oleh Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan LPPOM-MUI Jakarta.

Pelatihan dan penyuluhan memang sangat penting bagi pedagang. Kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan mampu memebrikan manfaat buat usaha mitra. “Program seperti ini sangat bagus untuk usaha saya. Semoga ini bisa meningkatkan usaha saya. Amiin” ungkap tabihan, salah satu peserta program. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya. Di harapkan dengan kegiatan pelatihan dan penyuluhan bisa memajukan usaha mitra. “Terima kasih atas kehadiran bapak-bapak semua, mari kita ikuti kegiatan ini sampai selesai. Harapan kami  bapak-bapak bisa terus melakukan kegiatan ini untuk kemajuan usaha bapak-bapak dan usaha kita beersama “ Ujar  Cahyo, manager CSR PT Miwon Indonesia dalam sambutanya

Dalam program pedagang tangguh ini, para pedagang bakso tidak hanya di berikan permodalan bergulir namun juga di berikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam menunjang usahanya. Bakso adalah makanan khas indonesia yang banyak disukai masyarakat, namun banyaknya pemberitaan tentang pembuatan bakso degan bahan yang tidak semestinya membuat sebagian masyarakat mulai ragu unuk membeli bakso. Penyuluhan kemanan pangan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman keda pedagang bakso untuk mengolah baksonya dengan cara yang benar dan memperhatikan bahan baku yang digunakan. Dengan pembuatan bakso yang bersih dan kehalalanya terjaga diharapkan masyarakat tidak khawatir lagi untuk membeli bakso. 

{fcomment}

 

 

 

Workshop Evaluasi Program Pemberdayaan Nelayan Tanjung Pasir

     Rabu (26/02) Program Pemberdayaan Nelayan Tanjung Pasir mengadakan Workshop Evaluasi pertengahan program. Workshop ini dihadiri oleh Bappeda Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tangerang, Yayasan YARSI, Dompet Dhuafa, Masyarakat Mandiri  serta masyarakat Tanjung Pasir yang tergabung dalam program. Kegiatan ini dilaksakanan di Aula Universitas YARSI Cempaka Putih Jakarta.

      Dalam acara workshop dipaparkan tentang capaian program, diantaranya telah terbentuk Lembaga Lokal Koperasi ISM Mina Bahari dengan pengelolaan dilakukan oleh masyarakat dan adanya peningkatan pendapatan sebesar 20 %  dari masyarakat yang mengikuti program. Evaluasi program ini akan dijadikan acuan untuk perbaikan program sebelum memasuki tahapan exit program yang direncanakan pada bulan September 2014.

       Workshop ini merupakan rangkaian kegiatan program pemberdayaan Nelayan Tanjung Pasir untuk evaluasi program berjalan. Program pemberdayaan dilaksanakan selama 2 tahun dengan sasaran program adalah ibu-ibu  istri nelayan. Program sudah berjalan selama 17 bulan dengan jumlah mitra atau masyarakat yang terlibat sebanyak 83 mitra denganberbagai usaha turunan hasil ikan. Produk usaha lokal yang dikembangkan adalah Ikan Asin, Terasi Rebon, Abon Ikan, Bandeng Presto dan Kerupuk Ikan dan Kerajinan Pasir Laut.

     Dalam kegiatan ini juga  diadakan pameran produk mitra antara lain Kerajinan Pasir, Terasi Rebon, Ikan asin, abon dan kerupuk ikan.

{fcomment}

Tanjung Pasir Kikis Rentenir dengan Menabung

 

     Tangerang. Cuaca buruk akhir-akhir ini membuat nelayan tidak bisa melaut, tidak terkecuali  nelayan mitra dampingan Masyarakat mandiri –Dompet Dhuafa di Desa Tanjung pasir kabupaten Tangerang. Hal ini selalu terjadi setiap tahun, namun hal tersebut tidak menjadikan masyarakat bersiap-siap dalam menghadapi cuaca buruk. Tidak adanya penghasilan dimanfaatkan oleh Rentenir untuk meraup keuntungan dengan menawarkan pinjaman berbunga ‘mencekik’ kepada nelayan. Mereka tidak bisa menolak karena kebutuhan yng mendesak, sehingga praktek rente menjadi kebiasaan masyarakat.

     Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Yayasan YARSI melaksanakan program pemberdayaan Nelayan Tanjung Pasir yang telah berjalan selama 18 bulan. Selama rentang waktu tersebut telah bergabung 82 mitra dampingan yang mayoritas keluarga nelayan. Program ini memberikan modal bergulir kepada istri nelayan,  agar dengan modal tersebut istri nelayan mempunyai usaha yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan program ini diharapkan kondisi apapun mereka dapat survive tanpa harus terjerat praktek rente.

     Manabung adalah program yang sekarang sedang digencarkan. Kebiasaan konsumerism di masyarakat membuat mereka enggan untuk menabung, klo istilah disana “ rejeki hari ini ya untuk hari ini ‘.  Hari Rabu (05/2) Program Pemberdayaan Nelayan Tanjung Pasir mengadakan pelatihan financial planning dengan pambahasan utama motivasi untuk menabung. Kondisi yang tidak menentu menjadikan menabung menjadi penting untuk menghapuskan praktek rente. Karena tidak ada tabungan, sering masyarakat bingung ketika ada keluarganya yang sakit akhirnya harus meminjam uang sana-sini ujung-ujungnya terjerat praktek rente.

     Dalam program ini tidak hanya menyasar kepada mitra tapi juga kepada anak untuk mengajarkan  budaya menabung sejak dini. Anak-anak mitra diberikan celengan yang akan dibuka setiap pertemuan kelompok untuk disimpan di ISM. Mengubah cara berfikir masyarakat yang sudah terbiasa dengan praktek rente memang  tidak mudah, diperlukan terobosan dan pendampingan rutin. Selama program berlangsung  masyarakat yang tergabung menjadi mitra diberikan pemahaman tentang manfaat menabung, infaq dan menejemen keuangan keluarga yang dilakukan oleh pendamping di setiap pertemuan kelompok. Harapan besar setelah program selesai mitra sudah mampu mulai mandiri secara financial. Tapi ini butuh dukungan dari berbagai pihak untuk mensukseskan kegiatan ini.

Nelayan sejahtera, #indonesiaberdaya 

{fcomment}

 

 

 

PELATIHAN MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN PEDAGANG BAKSO SE-JAKARTA SELATAN

JAKARTA . Masyakat mandiri (MM) Dompet Dhuafa (DD) Bekerjasama dengan PT Miwon Indonesia mengadakan pelatihan motivasi kewirausahaan pada hari kamiS (16/1) untuk pedagang bakso keliling se Jakarta Selatan. Pelatihan dilaksanakan di Aula Kelurahan Pasar Minggu Jakarta selatan jl. Raya Ragunan Kelurahan Pasar Minggu Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pelatihan motivasi ini diikuti oleh 100 pedagang bakso yang telah mengikuti program pemberdayaan pedagang tangguh miwon sesi ke 3 yang merupakan lanjutan prog ram pedangang tangguh 1 dan 2. Pelatihan ini bertujuan untuk memotivasi para pedagang bakso untuk lebih maju dan bersemangat dalam berusaha. Pihak kelurahan pasar minggu mendukung kegiatan seperti ini karena dengan pelatihan para pedagang bakso mendapatkan manfaat ilmu baru. Harapannya juga pelatihan seperti ini dapat meningkatkan kualitas dan pendapatan para pedagang . “Terima kasih kepada MM yang telah memfasilitasi kegiatan untuk para pedagang bakso se Jakarta Selatan terutama yang berdomisili di Kelurahan Pasar Minggu. Mudah-mudahan hasil dari kegiatan ini, usaha para pedagang bakso semakin besar sehingga pendapatannya bertambah” ungkap ibu Royati, SE selaku sekretaris Kelurahan Pasar Minggu dalam sambutannya.

Program pemberdayaan pedagang tangguh 3 sudah berjalan selama tiga bulan. Dalam program ini para pedagang bakso diberikan modal berupa Gerobak lengkap dengan peralatan pembuatan bakso. selama kurun waktu tersebut mitra sudah merasakan manfaat dengan makin ramenya daganganya di banding sebelumnya, seperti yang diungkapkan oleh bapak Wakiman peserta dari Kebagusan ’ Dulu (dagang) gak rame, sekarang (setelah ikut program) nambah rame” tandasnya. Tujuan dari program ini memang untuk meningkatkan pendapatan pedagang bakso dengan cara meningkatkan kapasitas SDM dan kualitas produk. Isu kehalalan bakso menjadi sensitif di masyarakat,maka dalam program ini MM-DD memberikan pendampingan langsung kepada para pedagang bakso dan memberikan pelatihan secara berkala. Pelatihan-pelatihan seperti ini akan terus berlanjut ke beberapa tahap selanjutnya terkait kehalalan dan hiegenitas pangan terutama bakso dalam proses pembuatannya. Hal ini disampaikan oleh Cahyo selaku Manager CSR PT Miwon Indonesia, “Pelatihan ini penting buat para pedagang bakso, maka nanti akan ada tahap-tahap pelatihan berikutnya tentang kehalalan dan higienitas bakso”.

Para pedagang bakso yang hadir berharap pelatihan ini dapat bermanfaat dan lebih termotivasi untuk mengembangkan usahanya. ‘Terima kasih kepada DD dan Miwon atas bimbingan dan binaannya, semoga (kegiatan) ini ada keberkahan dan kesuksesan sehingga bisa meningkatkan pendapatan “ tukas pak Suparto pedagang bakso dari Mampang.

Pelatihan ini menghadirkan pengusaha muda Saptuari Sugiharjo, pemuda asal Jogjakarta pemilik Kedai Digital yang sudah memiliki 65 cabang di 37 Kota di seluruh indonesia.

Semangat kemandirian harus senantiasa ditularkan kepada siapapun untuk mewujudkan #Indonesia Berdaya…

{fcomment}