Berikut ini adalah artikel yang termasuk kategori Program Pemberdayaan

Pengadaan Sarana Air Bersih dan MCK Berbasis Masyarakat di Caringin, Kabupaten Bogor

Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) merupakan salah satu program dan aksi nyata Masyarakat Mandiri dan masyarakat dengan dukungan PT Tirta Investama, untuk meningkatkan penyediaan air minum, sanitasi, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama dalam menurunkan angka penyakit diare dan penyakit lain yang ditularkan melalui air dan lingkungan. Komponen kegiatan program terdiri dari 5 (lima), yaitu : 1) pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kelembagaan lokal; 2) peningkatan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, dan layanan sanitasi; 3) penyediaan sarana air minum dan sanitasi umum; 4) insentif desa/kelurahan; dan 5) dukungan pelaksanaan dan pengelolaanprogram.

Program penyediaan sarana dan prasarana masyarakat seperti: sarana air minum,sanitasi dan kesehatan, akan efektif dan berkelanjutan apabila: berbasis masyarakat,melibatkan seluruh komponen masyarakat (perempuan dan laki-laki, kaya dan miskin)dan dilakukan dengan pendekatan tanggap terhadap kebutuhan dan keinginan(demand responsive approach). Tanggap terhadap kebutuhan berarti bahwa proyekmenyediakan sarana dan kegiatan yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat.

Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat bersedia untuk berkontribusi dan membiayai,serta bersedia mengelola dan memelihara sarana dan kegiatan secara sukarelasehingga terjadi proses pembentukan rasa memiliki (sense of ownership) terhadap hasilnya. Untuk itu perlu dilakukan suatu usaha pemberdayaan masyarakat yangpartisipatif agar masyarakat mau dan mampu berpartisipasi secara aktif dalam menyiapkan, melaksanakan, mengoperasionalkan dan memelihara sarana yang telah dibangun, serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan di masyarakatdan lingkungan sekolah.

TUJUAN DAN SASARAN PROGRAM

Tujuan program PHBS dengan pendekatan STBM ini adalah untuk meningkatkan akses layanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat wilayah site Aqua Danone (Ring I) Desa Ciherang Pondok dan Ciderum

{fcomment}

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Perkotaan: Kerjasama dengan Yayasan Pesona Mitra

Pada umumnya, akses dan  peran serta perempuan dalam konteks sosio-kultural di Indonesia kerapkali masih terbatas. Hal ini diketahui misalnya dari sistem nilai yang berlaku, bahwa perempuan yang baik adalah mereka yang berkewajiban mengelola urusan domestik (rumah tangga) saja. Sedangkan kaum lelaki memiliki keleluasaan dan posisi tawar yang tinggi dalam perekonomian rumah tangga dengan berkiprah di wilayah publik. Fakta sosial ini kemudian semakin meneguhkan kedudukan lelaki sebagai satu-satunya pihak yang berwenang dalam setiap pengambilan keputusan strategis persoalan ekonomi rumah tangga, termasuk menyikapi problematika kemiskinan yang dialaminya dan upaya mewujudkan kesejahteraan.

Pendekatan penanggulangan kemiskinan perkotaan yang diinisiasi Masyarakat Mandiri – Dompet Dhuafa bersinergi dengan Yayasan Pesona Mitra, mulai memperhatikan serta membuka seluas-luasnya partisipasi perempuan dalam mengelola peningkatan perekonomian rumah tangga sekaligus mengurangi kemiskinan yang ada.

Program pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah perkotaan ini berfokus pada upaya; akses pembiayaan, pendampingan hingga training peningkatan kapasitas mitra dan  lembaga lokal.

TUJUAN
Terberdayakannnya kaum perempuan pelaku usaha mikro/pedagang dalam turut meningkatkan pendapatan  dan kesejahteraan  rumah tangga di perkotaan – Jakarta Pusat.

PEMETIK MANFAAT
Perempuan pelaku usaha mikro/pedagang Kelurahan Tanahtinggi – Kecamatan Joharbaru – Jakarta Pusat.

{fcomment}

Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Nelayan Pasca Tsunami Kebumen

Tsunami 17 Juli 2006 melibas pesisir selatan Kebumen. Wilayah terdampak paling parah di antaranya Kecamatan Ayah. Pendampingan diberikan, karena korban tsunami yang rata-rata nelayan membutuhkan keberlangsungan penghidupan.

Tsunami hampir membawa keterpurukan bagi warga. Kapal-kapal hancur akibat gelombang besar setinggi 4 meter saat itu. Para nelayan dan warga sekitar pantai juga kehilangan alat tangkap, mesin dan alat produksi lainnya. Pendampingan berusaha memupuk keberdayaan dengan berbagai penguatan kapasitas komunitas sehingga mereka memiliki kemandirian.

Tujuan:

  • Menumbuhkan kembali aktivitas ekonomi komunitas nelayan dan warga di Desa Srati dan Pasir korban tsunami.
  • Menumbuhkan kelembagaan lokal yang mampu meningkatkan pertumbuhan perkonomian warga korban tsunami.

Periode Program:
1428-1429 H / 2007-2008 M

Lokasi:
Desa Srati dan Pasir Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen

Pemetik Manfaat:
91 KK 455 Jiwa

Capaian Program:

  • Selain nelayan dan perempuan nelayan, program juga menjangkau pemetik manfaat lain yaitu pemilik usaha penggemukan sapi/kambing, usaha turunan laut, aneka usaha, gula kelapa, dll.
  • Lembaga lokal telah memiliki koperasi bernama Koperasi ISM Duta Mitra Samudera.
  • Tumbuh usaha-usaha bersama seperti produk turunan hasil laut berupa kerupuk ikan.

 

{fcomment}