Masyarakat Mandiri salurkan Sedekah Ternak untuk Peternak Sukabumi

Sukabumi – Sedekah Ternak salah satu program Karya Masyarakat Mandiri  dalam upaya memberdayaan peternak Dhuafa diseluruh pelosok wilayah nusantara. Sabtu (23/04) dilakukan serah terima 6 ekor ternak domba kepada penerima manfaat di Pasir Awi Rt.11 Rw.03 Palasari Girang, Kalapa Nunggal, Sukabumi Jawa Barat. Penyerahan dilakukan oleh Diftya mewakili ibu Novia Fatma Putri selaku donator.

Diftya mengapresiasi model sedekah ternak yang dilakukan oleh Karya Masyarakat Mandiri. Karena tidak hanya menyalurkan sedekah namun juga mendampingi penerima manfafaat sampai berhasil. “Saya  tidak menyangka, dan sangat antusias dengan apa yang dilakukan kelompok. Dimana kita tidak hanya meyalurkan ternak aja, tetapi kita dampingi si penerima manfaat semaksimal mungkin agar berhasil menjaga amanahnya” ujarnya

Penerima ternak langsung dimasukan kedalam kelompok binaan dibawah paguyuban Ternak dampingan Karya Masyarakat Mandiri. di kelompok akan diajarkan bagaimana cara beternak yang baik, dalam hal perawatan, pakan dan kesehatan ternak tersebut. “Nanti (sedekah ternak) akan merekomendasikan pada teman-teman saya” lanjutnya semangat.

Program Sedekah Ternak mempunyai mimpi mampu memberdayakan 1000 Kepala Keluarga tidak mampu ( Dhuafa ) dan atau mereka yang seluruh waktunya didedikasikan untuk memakmurkan masjid dan mengembangan ilmu pengetahuan islam dan ilmu pengetahuan umum di Pesantren-Pesantren yang ada di pelosok daerah. Ini dilakukan agar mereka tetap bisa melakukan aktivitas sosialnya sehingga tidak bingung untuk menafkahi keluarga. Pada gilirannya masyarakat disekitar masjid dan pesantren akan mendapatkan dampaknya dalam peningkatan ilmu pengetahuan dan ekonomi

Penerima manfaat akan diberi sepasang ( sejodoh ) ternak domba / kambing atau Sapi / Kerbau sebagai modal usaha atau asset produktif untuk sumber penghasilan keluarga. Selain mendapat sepasang ternak, Para penerima manfaat akan menerima pembinaan dan pendampingan dari Karya Masyarakat Mandiri terutama dalam hal teknis pemeliharaan ternak.Donatur juga bisa mengunjungi ternak sedekahnya sambil silaturahmi dengan penerima manfaat dilokasi ternak tersebut dipelihara.

“Alhamdulillah, terimakasih atas adanya kegiatan sedekah ternak ini. Kegiatan ini bisa membantu warga sekitarnya dengan memberikan modal (berupa ternak) agar bisa miningkatkan pendapatan masyarakat” ungkap Ust. Harun Ketua Kelompok Peternak Desa Pasir Awi. (Maman/Slamet)

Jajanan Sehat Untuk Anak

Sehatnya jajanan anak menjadi konsen orang tua murid. Maraknya jajanan dengan menggunakan bahan tambahan makanan yang berbahaya bagi kesehatan, membuat resah para orang tua. Mereka kesulitan untuk mengontrol jajanan anak ketika di sekolah.  Perguruan Islam Al Syukro Universal sebagai salah satu penyelenggara pendidikan dari TK hingga SMA. Sekolahan yang beralamat Jl. Otista Raya H. Maung, Ciputat timur ini memahami kegundahan orangtua murid mengenai hal tersebut. Al Syukro mendirikan kantin yang berada di dalam kompleks sekolahan dan mendapatkan pembinaan. Keberadaan kantin diharapkan dapat mengontrol jajanan yang di jajakan pedagang.

Bekerjasama dengan Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa, Al Syukro memberikan pelatihan dan pendampingan kepada 10 pedagang kantin. Para pedagang sudah melalui seleksi dan memberikan komitmen untuk menjual jajanan yang sehat di kantin Al Syukro. Pelatihan dilaksanakan pada sabtu (16/04) di Ruang Serba Guna Perguruan Islam Al Syukro.

Pelatihan mengenai Higiene dan Sanitasi Makanan yang disampaikan oleh dr. Sindy Rahmatika dari UPT Puskesmas Ciputat. Pelatihan ini menakankan tentang kebersihan diri saat mengolah, menyiapkan dan menyajikan makanan atau minuman. Selain itu pedagang juga diminta untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti celemek, masker dan sarung tangan.

Pelatihan terhadap para pedagang Kantin Sekolah diadakan rutin minimal setiap enam bulan sekali. Tujuannya adalah untuk memberikan kesadaran kepada para para pedagang akan pentingnya kebersihan makanan dan minuman yang dijual. Dengan demikian maka Kantin Sekolah wajib menyediakan dan menjual makanan dan minuman yang bersih, sehat dan aman bagi para siswa dan guru.

Selain pelatihan para pedagang juga diberikan pendampingan yang dilakukan oleh Karya Masyarakat mandiri. Pendampingan dilakukan agar hasil pelatihan dapat dilaksanakan oleh pedagang dan menjadi problem solver  bagi pedagang yang menghadapi masalah yang terkait dengan dagangannya. (KMM/Slamet/Achyar)

Bantu Pemasaran Mitra, Masyarakat Mandiri Latih Standarisasi Sayuran Organik

Cianjur – Cuaca mendung yang menyelimuti desa Sindang Jaya , Kec. Cipanas Kabupaten Cianjur tidak menyurutkan niat para anggota Paguyuban Sumber Jaya Tani untuk berkumpul di Ruang Serbaguna PT Masada Farm. Selasa (12/04) para petani  mitra program Mustahik Move to Muzakki (M3) – Green Horti  belajar tentang bagaimana cara menentukan spesifikasi produk yang dapat diterima oleh pasar kelas menengah. Program ini di inisisiasi oleh Dompet Dhuafa (DD) dan Karya Masyarakat Mandiri (KMM).

Dengan pelatihan ini diharapkan petani mau belajar dalam pengembangan usahanya sehingga mampu meningkatkan pendapatan. “Program yang dijalankan kepada petani telah dirancang sedemikian rupa dengan harapan adanya peningkatan pendapatan anggota paguyuban.  Petani harus terus belajar dan punya kemauan untuk berubah dalam rangka menyesuaikan perkembangan zaman.  Karena peningkatan pendapatan bisa dicapai salah satunya dengan merubah cara-cara atau penerapan teknologi baru dalam bertani” jelas Zahrul, Supervisor Program Divisi Pertanian Karya Masyarakat Mandiri.

Pelatihan di isi oleh Woto, Staff dari PT. Masada Farm. PT Masada Farm adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian khususnya sayuran organik. Pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan tentang spesifikasi produk sayuran yang bisa di terima oleh perusahaan yang selanjutnya akan diditribusikan ke supermarket. Harapan besar bahwa sayur hasil panen mitra dapat memenuhi standar yang diterapkan sehingga sayuran mitra dapat diserap oleh perusahaan.

Hal tersebut sangat membantu dalam hal pemasaran hasil pertanian mitra, imbasnya adalah peningkatan pendapatan mitra seperti yang diharapkan dari pelaksnaan program ini. Program M3 ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani atau penerima manfaat sebanyak 2 kali UMK.

Pelatihan ini menjadi komitmen  Karya Masyarakat Mandiri sebagai pelaksana program untuk membantu pemasaran produk mitra. Pemasaran akan difasilitasi memalui paguyuban yang dibentuk swadaya oleh masyarakat. Paguyuban dibentuk supaya menjadi wadah pengembangan usaha pertanian mitra mulai dari produksi sampai dengan pemasaran.

Dalam kegiatan ini juga diberikan kontainer sebagai tempat menyimpan hasil panen. Kontainer berfungi untuk meminimalisir kerusakan karena penempatan hasil panen yang semrawut. (Zahrul/Asep)

KMM promosikan produk pemberdayaan dari pameran ke pameran

Pemberdayaan menjadi tren dalam upaya mengentaskan kemiskinan di negeri ini. Semua berlomba mengadakan program pemberdayaan baik pemerintah, swasta maupun NGO. Pemerintah hampir setiap tahun menggelontorkan milyaran rupiah untuk program pemberdayaan, swasta tidak kalah dengan program Corporate Social Responsibility (CSR), menggelontorkan ratusan juta sampai milyaran untuk program-program pemberdayaan. NGO, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terjun langsung ke masyarakat untuk membina dan memberdayakan baik bekerjasama maupun mandiri secara swadaya. Namun umumnya pemberdayaan yang dilakukan masih baru menyentuh pada tahap bagaimana meningkatkan produksi, belum menyentuh pada aspek pemasaran. Aspek pemasaran sangat penting karena aspek ini menjadi kunci keberlanjutan usaha yang di bina maupun didampingi melalui program pemberdayaan

Karya Masyarakat Mandiri (KMM) sebagai Community Enterprise, menyadari pentingnya aspek pemasaran bagi produk-produk hasil pemberdayaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan membentuk divisi bisnis yang salah satu perannya adalah mempromosikan dan memasarkan produk-produk yang dihasilkan mitra program pemberdayaaan.

Tidak semua orang memahami tentang produk-produk pemberdayaan, perlu dilakukan edukasi tentang produk-produk pemberdayaan dan nilai yang terkandung dalam produk tersebut. Pemahaman tersebut perlu dilakukan sehingga ketika memutuskan membeli atau tidak produk pemberdayaan bukan karena pertimbangan harga. Membeli produk pemberdayaan berarti ikut berperan dalam proses memberdayakan masyarakat yang berujung pada pengentasan kemiskinan. Dari Pameran ke Pameran  menjadi cara yang dilakukan oleh KMM untuk memperkenalkan produk pemberdayaan.

Salah satunya adalah pameran yang dilakukan di Dies Natalis Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Jl Cibalagung No 1, Bogor. Dalam pameran tersebut di tampilkan beberapa produk mitra antara lain Gula semut, Beras Berlian SAE, Kopi dan Beras Merah. Gula semut merupakan produk mitra Program Pemberdayaan Petani gula kepala di Pacitan dan Kulonprogo, Beras SAE merupakan produk mitra Program Lumbung Desa Cianjur sedangkan kopi merupakan Mitra Program Pemberdayaan Petani Kopi di Temanggung.

Berharap produk-produk pemberdayaan dikenal masyarakat luas, sehingga banyak yang membeli produk pemberdayaan. Implikasi lebih luas diharapkan mitra sebagai produsen meningkat taraf hidupnya sehingga mitra bisa berubah yang tadinya  mutahik menjadi muzakki. (Slamet)

Jaga Kualitas Hewan Kurban, KMM Latih Tim Quality Control

Ciputat. Dalam rangka menjaga kualitas ternak kurban program Tebar Hewan Kurban (THK) 1437 H, Karya Masyarakat Mandiri (KMM) Dompet Dhuafa (DD) menurunkan Tim Quality Control (QC) ke 18 wilayah pemberdayaan program (PP) THK. Hal ini disampaikan oleh Yuyu Rahayu sebagai Steriing Commite (SC) program pemberdayaan THK 1437 H pada pertemuan Tim QC di Kantor KMM 1 Ciputat  (12/05). “Tim QC yang akan diterjunkan ke lapangan, akan melakukan penimbangan dan pencatatan kuota ternak yang sudah diakadkan kepada mitra, dan DD mempercayakan kepada KMM untuk ikut aktif dalam proses QC tadi ke 18 wilayah pemberdayaan DD”, terang GM Bisnis Karya Masyarakat Mandiri.

Kegiatan QC ini akan dilaksanakan selama 2 minggu dimulai dari tanggal 26 April – 11 Mei 2016. Adapun wilayah yang akan dilakukan QC diantaranya adalah Sukabumi, Bogor, Bekasi, Tasikmalaya, Mamuju, Ponorogo, Pacitan, Halmahera, Sumbawa, Rote Ndau, Lampung, Lebak, Cianjur, Ciamis dan Brebes.

Sebelum tim QC diturunkan maka tim QC dilatih untuk menyamakan presepsi dalam pelaksanaan QC nanti. Adapun materi yang  disampaikan terkait acuan dan tools yang akan menjadi pegangan tim untuk melakukan QC, diantaranya harga ternak, spesifikasi ternak, dan cara QC. “Bagi saya pertemuan ini sangat bermanfaat dan menjadi pegangan nantinya ketika dilapangan, apalagi saya baru pertama kali ikut dalam pelaksanaan QC” jelas Yusuf salah QC THK

Semua aktivitas QC merupakan salah satu upaya KMM untuk menjaga amanah dari Dompet Dhuafa terutama dalam kualitas ternak yang sesuai spesifikasi, dan semoga saja pelaksanaan QC dan Program Tebar Hewan Kurban tahun ini berjalan lancar. Amin. (Salman).