Kini Satem Bisa Merehap Rumahnya

Program Pemberdayaan Nelayan Kerang Hijau sudah berjalan selama tiga tahun. Program ini dilaksanakan Keluarga Muslim Citybank (KMC) bekerjasama dengan Dompet Dhuafa (DD) di Kp. Rujakbeling, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Manfaat program telah dirasakan oleh mitra penerima manfaat, salah satunya adalah Satem.

Mitra yang satu ini walaupun memiliki kepribadian yang kalem, namun ia selalu punya ide dan saran untuk kemajuan Koperasinya. Gagasan tersebut sering  ia tuangkan dalam forum pertemuan bulanan mitra Koperasi Ikhtiar Swadaya Mitra (ISM) Sinar Abadi. Terlihat bagaimana ia mengarahkan dan memberi usulan agar terjadi kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama koperasi.

Satem terkenal juga dengan wanita pekerja keras, diantara seluruh wanita di daerahnya hanya beliau yang terlihat ikut melaut membantu suaminya memanen kerang hijau. Untuk Memanen kerang hijau membutuhkan energi  dan tenaga  yang kuat, dan biasanya hanya kaum adam yang melakukannya.  Karena semangat dan kegigihannya ingin memperbaiki kehidupan keluarganya,  wanita “perkasa”  ini ikut beserta suami dan anaknya melaut pagi-pagi untuk memanen bagan yang dimilikinya.

“Profesi saya sebelumnya ngupas kerang, pendapatan ngupas saya gunakan buat tambahan makan dan biaya hidup sehari hari.  Akhir tahun 2015 sejak  memiliki bagan kerang hijau sendiri, bagan tersebut saya kelola sendiri beserta suami,” ujar Satem saat ditemui Pendamping  saat memanen bagannya. Bagan yang di kelola Satem merupakan bantuan program Pemberdayaan yang dilakukan oleh KMC dan Dompet Dhuafa.

Ia mengaku setelah mengikuti program ini, pendapatannya naik signifikan yang tadinya ia memperoleh pendapatan rata 15 ribu sampai 20 ribu perhari, kini ia bisa mengumpulkan 100 -150 ribu perhari.

“Ibu-ibu anggota yang lain juga senang dengan program ini”,  Ujarnya. “Kalau dulu, ibu-ibu hanya dapat upah dari hasil mengupas kerang dan itupun tidak setiap hari, syukur-syukur kalo  hasil panennya banyak. Kalo sedikit ya sedikit pula uang yang dibawa pulang. Kondisi sekarang berbeda drastis, selain dapat upah dari kerang yang banyak, mereka juga dapat bagi hasil dari hasil panen kerang tersebut, dobel deh pendapatanya,” tambah Satem.

Satem bisa sedikit demi sedikit merehab rumahnya, karena berkah pendapatan bagan kerang. Ia juga dapat fasilitas pinjaman lunak dari Koperasi ISM Sinar Abadi untuk membeli perahu kecil yang ia gunakan sebagai kendaraan operasional panen kerang. (Livson)

1 reply

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] tentangn tatacara pengelolaan koperasi yang benar” ungkap Wasti, Ketua Koperasi ISM SInar Abadi (Baca juga : Kini Satem Bisa Merehap Rumahnya). Kini mereka karena sudah mampu membayar zakat. Zakat tersebut mereka salurkan melalui Dompet Dhuafa […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan