Eksistensi Koperasi Gempita Mandiri

Sinergi dengan semua pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk  mendukung kemajuan dan eksistensi program pemberdayaan. Hasil sebuah program pemberdayaan tercermin dari berjalan atau tidaknya terlihat dari lembaga koperasi organisasi ‘penerus’ program. Ciri khas dari program pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa (DD) dan Karya Masyarakat Mandiri (KMM) adalah berdirinya lembaga lokal berbadan hukum koperasi, sebagai penerus estafet keberlanjutan sebuah program di suatu wilayah. Koperasi dipilih karena peranan koperasi mampu menyentuh masyarakat sampai lapisan bawah, yang tidak tersentuh akses pembiayaan bank.

Keberlanjutan program setalah dilakukan pemandirian terlihat dari eksistensi Koperasi yang di bentuk dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) menjadi bukti eksistensi kegiatan koperasi. Salah satu koperasi yang telah dimandirikan dan terus menunjukkan eksistensinya dalah koperasi Gempita Mandiri, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Koperasi Gempita Mandirig didirikan tahun 2011 yang lalu melalui program Klaster Mandiri.

Dua tahun berdiri, koperasi membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp. 5.618.000  untuk 144 anggotanya dalam RAT yang dilaksanakan sabtu, (27/02) di Desa Kalirejo. SHU tersebut masih murni dari modal awal koperasi, belum dimasukkan modal penambahan untuk program pengembangan gula semut. Relatif kecil, namun patut diapresiasi mengingat keterbatasan modal  dan usaha keras yang lakukan oleh anggota dan pengurus.

Saat ini koperasi mengembangkan beberapa unit bisnis antara lain pengembangan Bisnis gula semut,  usaha batu bata di desa Hargorejo dan aneka makanan ringan di desa Kalirejo. Khusus pengambangan gula semut, diberikan tambahan modal oleh DD untuk pembuatan griya gula, pengemasan dan pengembangan pasar gula semut.

Rencana program thn 2016 difokuskan pengembangan bisnis koperasi, yaitu gula semut, batu bata dan usaha perdagangan. Bisnis gula semut akan mengoptimalkan promosi dan pengenalan produk. Brand dagang gula semut adalah “lebah manggar”. Kapasitas produksi optimal bisa mencapai 5-7 ton per bulan untuk gula semut organik (bersertifikat organik).

Koperasi melalui griya industri gula semut siap melayani order baik gula semut curah maupun kemasan dg bermacam aneka rasa. Harapan kedepan koperasi dapat terus eksis dengan unit-unit usahanya, tetap kokoh dalam badai, terus maju dengan kebersahajaan dan kekuatan kebersamaan demi tercapai tujuan utama program yaitu kemandirian dan kesehahteraan komunitas melalui pengembangan kelembagaan lokal berbasis koperasi “ekonomi kerakyatan”. Empowering, synergy dan partnership menjadi salah satu kunci mewujudkan cita-cira luhur dan mulia tersebut. (GoesRoed)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Tentang Kami

Karya Masyarakat Mandiri adalah konsultan pemberdayaan masyarakat yang berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam mendampingi program CSR dan pemberdayaan masyarakat.

Kompetensi

Artikel Terbaru

  • All Post
  • Agenda
  • Artikel
  • Berita
  • Branding
  • Development
  • English
  • Karir
  • Layanan
  • Leadership
  • Management
  • News
  • other
  • Profil
  • Profil Depan
  • Program
  • Uncategorized
  • Video
    •   Back
    • Berita Pemberdayaan
    • Kisah Pemberdayaan
    • Khasanah
    • Kabar Mandiri
    • Program-Pedesaan
    • Program-Perkotaan
    • Program-Kerjasama CSR
    • Program-Pasca Bencana
    •   Back
    • Community Development
    •   Back
    • Program-Pedesaan
    • Program-Perkotaan
    • Program-Kerjasama CSR
    • Program-Pasca Bencana

Profil KMM

Silakan unduh informasi profil Karya Masyarakat Mandiri

Karya Masyarakat Mandiri adalah Community Enterprise/Perusahaan Sosial yang fokus pada kegiatan pemberdayaan masyarakat dan membangun bisnis bersama komunitas dampingan.

Lokasi Kami

© 2016-2025 Created by Karya Masyarakat Mandiri

Scroll to Top