BULUKUMBA — Sebuah program pemberdayaan masyarakat yang berhasil tidak lagi hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang diserap atau berapa banyak kegiatan pelatihan yang telah terlaksana (output). Indikator keberhasilan sejati terletak pada seberapa dalam perubahan positif yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat (outcome dan impact).
Berangkat dari komitmen untuk menyajikan akuntabilitas publik yang terukur, tim Karya Masyarakat Mandiri (KMM) turun langsung ke lapangan di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengumpulkan data primer dalam rangka perhitungan analisis Social Return on Investment (SROI) pada Program Kopi Kahayya binaan Dompet Dhuafa.
Mengapa SROI Penting untuk Program Kopi Kahayya?
SROI adalah sebuah kerangka kerja berbasis prinsip untuk mengukur dan mengkomunikasikan nilai ekstra-keuangan—seperti nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi—yang dihasilkan oleh suatu program Intervensi sosial. Melalui pendekatan SROI, dampak intervensi program tidak sekadar dihitung secara kualitatif, melainkan dikonversi ke dalam nilai moneter yang transparan dan akuntabel.
Di Desa Kahayya, pendampingan intervensi program kopi tidak hanya menyentuh aspek peningkatakan hasil panen petani, tetapi juga mencakup perbaikan tata kelola kelompok tani, penguatan peran perempuan dalam pascapanen, hingga pelestarian lingkungan di kawasan dataran tinggi Bulukumba.
Pengumpulan Data Komprehensif di Lapangan
Selama kegiatan lapangan, tim KMM menggali data mendalam dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari petani kopi penerima manfaat, pengurus kelompok tani, tokoh masyarakat lokal, hingga pemerintah desa setempat.
Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), dan observasi langsung ke kebun serta fasilitas pengolahan kopi. Data yang dikumpulkan meliputi:
- Input: Total investasi sosial dan sumber daya yang dialokasikan oleh Dompet Dhuafa.
- Outcomes: Perubahan tingkat pendapatan petani, peningkatan keterampillan teknis pascapanen, penguatan kelembagaan lokal, hingga perubahan kualitas hidup keluarga petani.
- Valuasi & Monetisasi: Penggunaan indikator pengganti keuangan (financial proxies) untuk memberikan nilai ekonomis pada dampak sosial yang tercipta.
Komitmen Pada Akuntabilitas dan Keberlanjutan
Hasil akhir dari analisis SROI ini nantinya akan memberikan gambaran rasio kuantitatif. Misalnya, setiap Rp1,- yang diinvestasikan oleh Dompet Dhuafa pada Program Kopi Kahayya menghasilkan berapa rupiah nilai manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat Kahayya.
Langkah KMM dalam mengukur SROI Program Kopi Kahayya ini menegaskan bahwa intervensi pemberdayaan masyarakat bukan lagi sekadar kegiatan karitatif biasa, melainkan sebuah investasi sosial yang memberikan perubahan nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kemandirian warga desa.



