Laki-laki itu jangkung. Tapi ia tak sejangkung pohon kelapa yang dipanjatnya. Dia memanjatnya begitu cepat hingga mencapai rumpun pelepah, lalu mengunduh air nira. Laki-laki lain di desanya juga dikenal sebagai pemanjat kelapa yang cepat. Namun, sayang perbaikan nasib mereka tak secepat ketrampilan mereka menggapai pangkal manggar, tempat air nira berawal....




