Morowali – Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para petani, tim Karya Masyarakat Mandiri (KMM) bersama dengan Codiac (Community Development for Indonesian Agriculture and Commodity) menyelenggarakan pelatihan pengembangan kapasitas petani di Desa Makarti Jaya, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Acara diinisiasi oleh CSR Hengjaya Mineralindo dan dihadiri oleh 25 petani, wanita tani, dan ibu PKK yang tergabung dalam program Metana Bumi (Menanam Tanpa Merusak Bumi).



Selama tiga hari, dari 1 hingga 3 November 2024, pelatihan berlangsung di Aula Desa Makarti Jaya. Pelatihan dibuka oleh Abdul Hakim T, Kepala Desa Makarti Jaya, dan Rahmat Hidayat, perwakilan CSR Hengjaya. Acara berhasil memikat peserta dengan materi menarik dan beragam.
Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Mereka mendapatkan materi teori dan praktik budidaya jamur tiram, termasuk analisa usaha. Selain itu, mereka juga belajar tentang peluang usaha dan cara pengolahan produk sayur, seperti mie bayam, keripik bayam, sistik pakcoy, jus, dan puding pakcoy.
Di sesi penutupan, dilakukan peresmian Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan nama KWT Tadelufu, yang dalam bahasa Bungku berarti “bergerak bersama-sama.” Diharapkan setelah pelatihan ini, Kelompok Tani Pomponangi yang didampingi Program Metana Bumi dari CSR Hengjaya dapat mengembangkan unit usaha budidaya jamur dan memperkuat aktivitas KWT Tadelufu dalam mengolah hasil pertanian hortikultura Desa Makarti Jaya. Dengan demikian, nilai tambah produk pertanian dapat meningkat dan menjadi produk unggulan UKM desa. [KUS]





