Cianjur – Komitmen membangun pertanian yang produktif sekaligus menjaga kelestarian lingkungan terus diwujudkan melalui Program Integrated Farming System (IFS) Cianjur. Program ini menjadi salah satu upaya mendukung penerapan Regenerative Agriculture atau pertanian regeneratif, sebuah pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga memulihkan kesehatan tanah, menjaga keseimbangan ekosistem, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Program IFS hadir sebagai bentuk kolaborasi dalam mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya lokal, pengurangan ketergantungan terhadap input kimia, serta penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Sebagai fasilitator dan mitra pendamping program, Karya Masyarakat Mandiri (KMM) mendampingi kelompok tani dalam memahami sekaligus menerapkan prinsip-prinsip Regenerative Agriculture melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, dan praktik langsung di lapangan.



Penguatan Kapasitas Kelompok Tani Kencana
Kegiatan penguatan Kelompok Tani Kencana dilaksanakan di Kampung Loji, Desa Gekbrong, Senin (29 /06/2026). Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai konsep Regenerative Agriculture dan pentingnya menjaga kesehatan tanah sebagai fondasi utama keberlanjutan pertanian.
Peserta kemudian mengikuti pelatihan dan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan. POC menjadi salah satu alternatif pupuk ramah lingkungan yang mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, memperbaiki kesuburan lahan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Sebagai dukungan terhadap pengembangan sistem pertanian terpadu, kegiatan juga diisi dengan penyerahan benih jagung kepada anggota Kelompok Tani Kencana. Benih tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjadi bagian dari integrasi antara sektor tanaman dan peternakan dalam konsep Integrated Farming System.
Mengolah Limbah Menjadi Sumber Daya Bernilai
Sebelumnya kegiatan serupa juga dilaksanakan bersama Kelompok Tani Kehati di Kampung Lapang, Desa Kebon Peteuy pada Selasa (23/06/2026). Fokus kegiatan adalah memperkenalkan praktik Regenerative Agriculture melalui pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik.
Para peserta mengikuti pelatihan dan praktik pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kotoran domba. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk yang mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, serta mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Selain memberikan manfaat bagi lahan pertanian, pemanfaatan limbah ternak juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular, di mana setiap sumber daya dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan menciptakan nilai tambah bagi petani.
Bersama Membangun Pertanian yang Lebih Berkelanjutan
Program IFS Cianjur terus memperkuat kapasitas kelompok tani dalam mengimplementasikan praktik-praktik pertanian regeneratif. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya sistem pertanian yang lebih efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Kolaborasi antara CSR, Karya Masyarakat Mandiri, pemerintah desa, dan kelompok tani menjadi bukti bahwa transformasi menuju pertanian berkelanjutan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dengan mengedepankan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan, Program Integrated Farming System diharapkan terus memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus mendukung terciptanya masa depan pertanian Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan. [HIK]





